Mengubah Dunia

 Baca: Filipi 1:12-14

 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil (Filipi 1:12).


“Setiap orang berpikir untuk mengubah dunia, namun tidak seorang pun berpikir untuk mengubah dirinya,” demikian yang pernah dikatakan Leo Tolstoy, teolog dan novelis asal Rusia. Tak pelak lagi semangat serupa inilah yang sering membungkus hasrat kita, ingin mengubah dunia! Namun seperti tersirat dalam perkataan Leo Tolstoy, sebelum kita ingin mengubah dunia, kita harus terlebih dahulu mengubah diri kita menjadi lebih baik. Kelinci percobaannya adalah diri kita, laboratoriumnya adalah pekerjaan, karier atau bisnis kita. Dan, untuk memulai semua itu, kita tidak harus memiliki semuanya. Kita tidak harus meraih gelar doktor untuk bekerja lebih baik. Kita tidak harus berfilsafat seperti Socrates maupun Plato untuk bertindak lebih baik. Kita tidak harus menguasai semua doktrin ekonomi Adam Smith untuk berbisnis lebih baik. Kita hanya perlu sebuah hati yang tulus. Semangat yang penuh komitmen, dan sebuah keberanian. Tentang mengubah dunia, kita bisa belajar dari Rasul Paulus.

Paulus sudah pasti diampuni Tuhan ketika ia bertobat. Ia sudah menerima Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juru Selamat dalam hidunya. Ia tentu saja bisa hidup nyaman, santai dan menikmati persekutuannya dengan Tuhan di sebuah kapel gereja. Tidak perlu menerjang bahaya, melayani orang-orang Kristen yang dahulu dia aniaya, dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang menolak Kristus. Namun Paulus belum melihat sebuah garis akhir dari kehidupannya sebagai orang Kristen. Paulus adalah misionaris yang harus memberitakan Injil. Ia takkan bisa berdamai dengan dirinya hanya dengan duduk diam, bersujud dan berdoa. Ia ingin mengubah dunia dengan memajukan Injil. Itulah panggilan hidup Paulus.

Abraham Maslow pernah mengatakan bahwa musisi harus mencipta musik, pelukis harus melukis, dan seorang penyair harus menulis, jika ia ingin berdamai dengan dirinya. Dan siapakah Anda? Jika Anda seorang pedagang, maka berdaganglah, sehingga Anda bisa berdamai dengan diri Anda. Pertanyaan yang harus dilayangkan kepada Anda, Apakah Anda mengenali dan melakukan apa yang menjadi panggilan hidup Anda? Jika tidak, apakah Anda melakukan apa yang Anda sukai? Jika juga tidak, apakah Anda melakukan apa yang membuat Anda senang, banyak uang barangkali? Jika itu semua juga tidak, Anda sudah melakukan pekerjaan yang tidak sehati dengan diri Anda, Anda sedang menderita karenanya, dan tanggalkan dahulu impian untuk mengubah dunia. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengubah diri Anda, niscaya Anda akan bisa mengubah dunia ini. 

Kita adalah pribadi yang merdeka jika menjadi diri sendiri, dan untuk menjadi diri sendiri kita harus melakukan apa yang menjadi panggilan hidup kita.

0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>